Hari sabtu yang cukup cerah, Aku, pacarku, dan adikku hari ini berencana untuk pergi melihat-lihat keindahan Kebun Raya Cibodas yang terletak di Kabupaten Cianjur. Pagi cerah, Kami memulai perjalanan hari ini dari Terminal Kampung Rambutan. Untuk sampai ke terminal ini kami menggunakan busway dari Kampung Melayu ke Kampung Rambutan. Dari terminal kampung rambutan kami naik bis yang jurusan Kampung Rambutan – Tasikmalaya yang melewati jalur puncak. Dengan ongkos 15 ribu kita udah sampai di pertigaan Cibodas. Selama perjalanan menuju cibodas, kita bisa melihat perkebunan teh yang sangat luas dengan udara yang segar dan sejuk yang kaya akan oksigen bisa mengeluarkan racun-racun akibat polusi udara Jakarta. Saat melewati Puncak kita bisa melihat mesjid At-tawun yang sungguh megah diantara kebun-kebun teh. Kira-kira kita menghabiskan waktu 2 jam untuk sampai kepertigaan Cibodas. Sampai disana kita membeli perbekalan makan siang di warung sunda dekat pertigaan itu. Dengan uang 20 ribu, kita udah dapat lauk ikan, abon, sop, dan perkedel. Yah lumayan lah dibanding kl beli di restoran
. Setelah itu kita membeli minuman di alfamart yang persis ada dipertigaan itu.
Setelah merasa cukup dengan perbekalan makan siang, kita naik angkot yang menuju ke arah kebun raya cibodas. Ongkosnya seharusnya dua ribu rupiah, tetapi karena kita tidak tahu jadinya harus bayar tiga ribu rupiah. setelah 15 menit-an akhirnya kita sampai juga di pintu masuk kebun cibodas. Ketika kita sampai tiba2 hujan deras mengguyur daerah itu. Wah… bisa batal untuk masuk ke dalam kebun kl hujannya deras sampai sore. Tetapi kita beruntung hujannya tidak terlalu lama. Akhirnya dengan membayar tiket Rp. 6500 kita bisa masuk ke kebun raya ini. Saat masuk pintu gerbang kita disambut dengan jalan besar yang didepannya terpampang tulisan penunjuk arah tempat-tempat lokasi kebun. Kita memutuskan untuk menuju air terjun. Perjalanan menuju air terjun kita bisa menemukan kebun sakura. Tetapi sesampai disana aku tidak melihat bunga sakura yang berwarna merah muda. Ternyata bunga2 ini mekar sekitar bulan Januari sampai Maret, coba aja kl datangnya pas bulan itu kan bisa metik2 deh hehe…, di dalam kebun sakura ini ada sungai kecil, taman-taman, dan pondok2 istirahat dan juga ada air terjun kecil. Sepertinya sih buatan. Setelah puas bermain-main disana, kita berjalan kaki ke air terjun yang besar, sekitar 30 menit-an. Sampai disana kita melihat air terjun yang lUmayan besar dengan tinggi sekitar dua pohon kelapa. Tapi sayangnya airnya tidak sejernih yang kubayangkan. Setelah puas-puas bermain di sekitaran air terjun kita memutuskan untuk kembali tetapi sebelumnya kita makan siang dulu di dekat padang rumput di dekat kolam besar. Disana ada pondok yang enak buat tempat makan.
Setelah puas2 bermain2 di kebun Cibodas kita putuskan untuk kembali ke Jakarta menggunakan angkot yang sama saat pergi. Tapi ketika melewati tempat penjualan souvenir dan tempat2 keramaian seperti pasar, aku melihat tempat menjual tanaman hias, terutama tumbuhan kaktus yang menarik pandanganku. Kemudian kita turun, dan aku membeli dua buah tanaman kaktus seharga 10 ribu rupiah. Puas rasanya ada yang dibawa saat kembali ke Jakarta. Lalu dengan menggunakan angkot yang bersedia menunggu kita, kita turun di pertigaan cibodas. lalu kita mampir dulu di masjid attawun untuk sholat dengan menggunakan angkot kuning juga tetapi dengan bawahan yang pink. Aku baru tau, bahwa angkot disini berwarna kuning semua tetepi dengan bawahan yang berbeda akan membedakan jurusan angkot tersebut. Dari pertigaan cibodas ke masjid attawun kita membayar 4 ribu. Setelah beres sholat kita makan mie rebus telor sungguh nikmat dengan udara yang dingin, setelah itu kita pulang ke Jakarta dengan menggunakan bis yang lewat di jalan raya depan mesjid attawun. Perjalanan hari ini sangat menyenangkan dan penuh pengalaman yang berarti dan tak terlupakan. Nananananana… kita tunggu perjalanan berikutnya
Catatan: ada kejadian unik, saat aku lagi di angkot dari kebun raya cibodas ke pertigaan cibodas. Ada ibu dan anaknya yang bilang sm mirip sama anaknya yang udah meninggal. si ibu bercerita tentang anaknya sewaktu masih hidup dulu. Aku kebayang bahwa anaknya ini sangat baik sekali sm ibunya dan orang lain. Aku merasa terharu mendengar cerita si ibu ama, begitu nama ibunya. Si ibu bilang kl kapan-kapan main ke Cibodas lagi, mampir ke tempat ibu itu di dpn pintu masuk kebun raya Cibodas. Nanti ya bu kl saya kesini lagi saya mampir ke tempat ibu…




